Revitalisasi Trotoar dan JPO di Jakarta

 

Apa yang Anda rasakan ketika berjalan di trotoar Ibu Kota? Panas, kotor, sempit, bolong, atau bahkan justru tidak ada trotoar?
 
Permasalahan trotoar sebagai sarana jalur layak bagi pejalan kaki di DKI Jakarta sudah menjadi momok sejak dahulu. Di tengah anggaran yang kerap berganti—baik berkurang atau pun bertambah dari tahun ke tahun—masalah trotoar masih selalu ada, terutama dari segi kelayakan dan keamanannya. Tak jarang masyarakat sekitar menemukan tempat pejalan kaki yang sempit namun dipenuhi banyak orang, sehingga pejalan kaki harus rela berjalan ke tepi jalur kendaraan.
 
Tak hanya persoalan tempat berjalan bagi pejalan kaki, tempat menyeberang yang aman seperti jembatan penyeberangan pun tak luput dari masalah. Banyak Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sudah tidak layak guna dan bahkan membahayakan orang yang menyeberang dengan jembatan.
 
Minimnya kenyamanan dari kedua infrastruktur ini membuat pejalan kaki di Jakarta tidak merasa aman. Padahal, mobilitas warga menjadi penting di kota Jakarta yang menjadi pusat aktivitas dagang dan tempat tinggal.
 
Menyadari bahwa kondisi fasilitas bagi pejalan kaki sudah memprihatinkan, Ahok-Djarot bertekad untuk memperbaiki dan membangun trotoar serta JPO. Ahok menyebutkan, setidaknya 2.600 km trotoar harus direvitalisasi. Pembangunan ulang JPO juga akan dilakukan mengingat sebanyak 77 dari 137 JPO yang ada di Jakarta sudah berusia 20 tahun.
 
Target penyelesaian sendiri tidak bisa ditentukan dalam empat atau lima tahun saja, menurut Ahok-Djarot. Hal ini disebabkan karena alokasi anggaran yang harus tepat dan konsisten, serta kesinambungan pembangunan proyek lain. Berkaitan dengan sumber dana, Ahok-Djarot terbuka terhadap pihak swasta yang dapat mengerjakan proyek sesuai komitmen serta bekerja sama dengan PT. Transjakarta, terkhusus dalam menangani masalah JPO.
 
Selain itu, Ahok-Djarot juga mengajak masyarakat untuk melaporkan jika menemukan JPO atau trotoar yang sudah buruk bentuknya agar segera diperbaiki. Masyarakat dapat turut mengemukakan ide melalui laporan dan saran berkaitan dengan fasilitas pejalan kaki ini. Pasangan Ahok-Djarot membuka diri untuk diajak berdiskusi di Rumah Lembang, yang juga menjadi tempat masyarakat patungan dan mendukung Kampanye Rakyat yang diusung oleh pasangan Ahok-Djarot.
 
Anda sudah ikut patungan? Mari kita bersama ikut ambil bagian dalam mewujudkan perencaaan Ahok-Djarot untuk Jakarta yang lebih baik.