Menuju Jakarta yang Setara: Program Peka Gender Ahok-Djarot

 

Pemerintah provinsi DKI Jakarta memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat, termasuk kebutuhan kaum perempuan. Ahok-Djarot, sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur petahana, telah secara khusus mengidentifikasi dan merespon kebutuhan wanita Jakarta.
 
Kanker Serviks dan Proses Persalinan
Kebijakan kesehatan, misalnya, merupakan salah satu contoh kebijakan yang peka gender. Kartu Jakarta Sehat (KJS) memiliki fungsi perlindungan kesehatan reproduksi perempuan dan pelayanan gratis. Pelayanan gratis KJS meliputi pelayanan bersalin, pemeriksaan papsmear, dan pengobatan kanker serviks serta kanker payudara di Pusat Kesehatan Masyarakat yang ada di Jakarta. Tak hanya itu, jika terdapat warga yang terindikasi kanker serviks, Puskesmas DKI akan melakukan pendampingan hingga sembuh. Biaya pengobatan tetap ditanggung oleh pemerintah.
Hal ini sejalan dengan keinginan Pemprov DKI untuk menurunkan angka penderita kanker serviks. Pemerintah juga hendak berkontribusi dalam menurunkan Angka Kematian Ibu sehingga persalinan menjadi fokus pelayanan KJS untuk menjawab pemenuhan kebutuhan kaum perempuan.

Aktualisasi Potensi Wanita di RPTRA
RPTRA, atau Ruang Terbuka Publik Ramah Anak, juga dirancang agar dapat menjawab kebutuhan kaum laki-laki maupun wanita. Fasilitas publik itu nantinya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang menunjang aktualisasi diri sebagai perempuan, baik dalam bentuk pelatihan, UMKM, maupun komunitas. Pemenuhan kebutuhan kesehatan dan pendidikan akan terealisasi dalam berbagai program RPTRA. Setiap warga DKI Jakarta, termasuk para ibu, juga bisa berkumpul dan berekspresi di RPTRA. Harapannya, kaum wanita memiliki ruang luas untuk menjadi dirinya sendiri dan menelaah bakat dan minat mereka lebih lanjut di RPTRA.
 
 
Kursi Bus TransJakarta yang Menghadap ke Depan
“Di kota besar ini heterogen. Ada wanita yang risih berhimpitan dengan pria,” ujar Ahok saat meresmikan bus TransJakarta peka gender pada Hari Kartini tahun 2016 lalu.
 
Ahok-Djarot berencana untuk memperbanyak armada bus peka gender ini. Bus ini didesain dengan tempat duduk khusus yang menghadap ke depan – tidak menghadap ke penumpang di kursi lain seperti layaknya bus TransJakarta yang lain. Mereka merasa bahwa skema seperti ini akan membuat para wanita dapat duduk dengan lebih nyaman, tanpa takut diperhatikan oleh orang lain di hadapannya.

Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK
 Ahok-Djarot akan mengkaryakan ibu-ibu PKK untuk memberikan pendidikan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) tentang pentingnya menggunakan pembayaran non-tunai, atau cashless, dalam setiap transaksi pedagang di pasar. Langkah ini penting agar pelaku usaha ekonomi rakyat naik kelas. “Kita sudah minta ijin ke BI agar ibu-ibu PKK menjadi agen perubahan yang bisa memberi inspirasi bagi pelaku UMKM. Nanti ibu-ibu PKK ini membawa mesin Electronic Data Capture (EDC). Sehingga setiap saat bisa menyetor ke orang yang megang mesin EDC,” jelas Ahok lebih lanjut saat menerima warga di Rumah Lembang, di Jakarta Rabu (7/12/16).