Ini Resolusi Tahun 2017 Ahok dan Djarot

 

Tahun 2016 sudah berlalu dengan segala hiruk-pikuk yang terjadi. Saat ini, kita telah memasuki tahun baru 2017. Warga berbondong-bondong membuat resolusi tahun baru untuk memaknai dan mempersiapkan tahun baru. Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta petahana Ahok dan Djarot pun telah membuat resolusi tahun baru 2017.

Ahok-Djarot

  1. Terpilih kembali sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 dan menjaga lisan

    Salah satu resolusi Ahok adalah terpilih kembali menjadi Gubernur DKI Jakarta dan lebih baik dalam berucap. "Kita (Ahok-Djarot) terpilih lagi (jadi Gubernur-Wakil Gubernur)," kata Ahok seusai blusukan di Cililitan, Jakarta Timur, Rabu (28/12/2016).

    "Bicaranya jangan banyak buka celah, supaya orang enggak dapatin untuk fitnah, untuk dipelintir. Kalau mau santun lebih gampang kan, tapi kalau karakter korup kan susah," papar Ahok.

    "Kalau cuma milih kata-kata kan gampang, kita belajar saja milih kata-kata yang kamu suka," lanjutnya.
     
  2. Mengembangkan Layanan TransJakarta
    Mengembangkan Layanan TransJakarta
    Kemudian, Ahok juga memiliki resolusi terkait pengembangan Jakarta untuk tahun-tahun mendatang. Ahok menyampaikan resolusinya ini didepan awak media saat Blusukan di daerah Jati Padang, Pasar Minggu.

    “Saya ingin Bus Transjakarta sudah bisa masuk ke semua wilayah, sampai pelosok-pelosok rumah warga,” kata Ahok. 

    Kata-kata Ahok bukanlah hanya ucapan belaka. Dibawah kepemimpinan Ahok-Djarot, Transjakarta menambah rutenya menjadi 73 rute dan halte yang tersebar di seluruh pelosok DKI Jakarta. Kedepannya, Ahok ingin layanan Transjakarta menjangkau lebih jauh lagi ke pelosok-pelosok rumah warga.
     
  3. Pembangunan RPTRA lebih banyak 

    “Saya juga ingin agar di Kota Jakarta ini ke depan dibangun lebih banyak RPTRA, sehingga warga punya tempat untuk berkumpul dan bersosialisasi,” ujar Ahok di Pasar Miinggu.

    Hal ini telah terbukti nyata. Di tahun 2016, Ahok sudah membuat puluhan RPTRA di Jakarta. Dan salah satu RPTRA yang paling terlihat adalah RPTRA Kalijodo. Kedepannya, Ahok-Djarot ingin membangun satu RPTRA per kelurahan. Harapannya, anak-anak dapat bermain dengan aman, ayah dan ibunya juga dapat bersosialisasi dengan lebih nyaman.
     
  4. Penanganan banjir

    “Kalau banjir, saya perkirakan dua tahun lagi kelar masalah banjir. Jadi tinggal setengah lagi. Sekarang kan kita sudah kurangin dua pertiga, makanya tinggal kita potong saja, bikin sodetan,” ujar Ahok.

    Penggunaan Sodetan (bukan sedotan, -red) seperti dalam Sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur terbukti ampuh dalam mengurangi banjir di Jakarta. Untuk kamu ketahui, sodetan adalah terowongan bawah tanah untuk mengatur kecepatan laju air.
     
  5. Kartu Multiguna JakOneCard
    Kartu Multiguna JakOneCard
    Kartu multiguna JakOneCard adalah sebuah kartu yang menyatukan beberapa fungsi bantuan sosial, seperti Program Jakarta Pintar, Program Daging Bersubsidi, dan Transjakarta. Semua hal ini terintegrasi dengan akun Bank DKI. Menurut Ahok, kartu ini sangat berguna dalam memantau subsidi non-tunai yang transparan dan efisien. Jumlah pendapatan dan pengeluaran warga pun dapat diatur selama menggunakan kartu tersebut.

    “Bantuan non tunai bukan hanya untuk menghadapi kecurangan, tapi juga memberikan data pada kami untuk mengenali warga kami, supaya kami bisa melayani lebih baik,” papar Ahok.

    Ia menambahkan, jumlah warga Jakarta hampir mencapai 10 juta jiwa. Melalui teknologi, pemerintah pun dapat memantau perilaku warga. Ke depannya, bantuan subsidi non-tunai dapat dinikmati warga DKI Jakarta dengan tepat sasaran.


Keren juga ya, resolusi Ahok-Djarot di tahun 2017. Jarang sekali ada pejabat yang konsisten dalam ketulusan hati, ucapan, dan perbuatan. Jakarta pasti akan semakin maju dengan kepemimpinan Ahok-Djarot yang kerja keras, kerja sama dan kerja ikhlas. Sekarang, mari kita realisasikan resolusi ini di 15 Februari 2017 nanti. Pilih yang sudah terbukti kerjanya, Ahok-Djarot! Salam 2 jari!