Berantas Pungli, Menuju Cashless Society

 

Pungutan liar, atau pungli, sempat ramai diperbincangkan pada Oktober 2016 lalu. Presiden Joko Widodo geram karena ternyata terdapat banyak praktik tindakan pungli, terlebih dalam instansi pemerintahan yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik. Ahok-Djarot, melalui metode non-tunai, atau cashless, telah berhasil mengurangi tindakan pungli tersebut.
 
Kartu Jakarta One akan mengawali transformasi transaksi di ranah DKI menjadi non-tunai. Jakarta One akan berfungsi sebagai KTP, tiket masuk TransJakarta, kereta, dan fasilitas publik lainnya, e-money, maupun ATM. Setiap kartu akan memiliki nama pemilik, NIK dan saldo untuk masing-masing pemilik.
 
Transaksi cashless terbukti memiliki beberapa kelebihan. Selain lebih aman, angka yang dikeluarkan akan menjadi lebih tepat karena sudah menggunakan sistem. Selain itu, proses transaksi non-tunai dinilai relatif lebih cepat dan efektif, sehingga lebih kondusif untuk mendukung iklim bisnis ekonomi yang lebih baik.
 
Transaksi dengan menggunakan Kartu Jakarta One juga mengusung transparansi. Semua transaksi hingga level pribadi terekam dalam sistem dan dapat dicek kembali. Penyimpangan uang akan semakin dapat diminimalisir karena semua transaksi berlangsung secara elektronik. Tindakan pungutan liar pun tidak akan terjadi lagi.
 
Pemprov DKI Jakarta mulai memberlakukan sistem non-cash transaction pada tahun 2016. Pemberlakuan ini dilakukan secara bertahap. Sejak diberlakukan pada tahun 2013-2014, penarikan tunai maksimal Rp 250 juta. Kemudian tarik tunai melalui rekening kas kecil (petty cash) diminimalisasi kembali menjadi Rp 2,5 juta.
“Tahun lalu maksimal tarik tunai petty cash Rp 2,5 juta. Masih ada yang narik (menarik uang) 10 lembar, 15 lembar. Sekarang 1 rupiah pun tidak boleh, semua harus transfer,” ujar Ahok.
Program ini merupakan bentuk dukungan Ahok-Djarot dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Bank Indonesia, yang memiliki target agar Indonesia dapat memposisikan transaksi non-tunai sebagai cara pembayaran umum yang bersifat sehari-hari. Ahok-Djarot akan secara bertahap memperkenalkan sistem pembayaran non-tunai, agar masyarakat dapat lebih memahami dan nyaman menggunakan Kartu Jakarta One tersebut.