Reformasi Birokrasi Pondasi Utama

Reformasi Birokrasi Menperbaiki & Mengubah Sumber Daya Manusia (SDM) di Tubuh Pemprov DKI Jakarta Secara Total
 

“Yang penting di Jakarta itu bukan soal pintar dan rajin lagi, yang penting jujur,” kata Ahok di Balai Kota, Rabu (27/1/2016).

Mungkin kita masih ingat, beberapa waktu lalu, seorang Lurah di salah satu wilayah DKI Jakarta dipecat akibat memalsukan daftar presensi. Mantan Lurah menitip presensi kepada pekerja penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU).

“Absen (presensi) saja sudah berani nyuruh anak buahnya buat bohong. Kalau PPSU ikut bohong, ya rusak dong sistem saya,” jelas Ahok.

Upaya reformasi birokrasi yang dilakukan Ahok menjadi sinyal ketegasan dalam upaya merubah kultur dan citra birokrasi Pemprov DKI Jakarta yang lamban dan korup. Kepemimpinan Ahok memberikan nuansa baru tengah krisis kepemimpinan yang melanda bangsa Indonesia. Inisiatif dan keberanian menjadi kunci yang digunakannya dalam melakukan pembenahan birokrasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Keputusan Ahok untuk meningkatkan kedisiplinan kinerja pegawai Pemprov DKI mungkin agak sulit diikuti oleh orang lain, terutama oleh para pegawai sendiri.  Awalnya, keputusan ini dipandang dengan sebelah mata. Namun, secara perlahan, Ahok menunjukkan kepemimpinan yang tidak tanggung-tanggung, kadang membuat mata kita terbelalak dengan beragam pernyataan yang tegas dan revolusioner. Para pegawai DKI yang awalnya tidak nyaman bekerja akibat dibayang-bayangi ekspektasi profesionalisme pun ikut disiplin. Semangat melayani rakyat pun mulai terpupuk kembali.

Beberapa pengamat serta masyarakat mengatakan bahwa Gubernur Ahok adalah seorang pemimpin yang lugas, rasional dan realistis. Gaya kelugasan dan pendekatan yang pragmatis berbasis konstitusi merupakan modal Ahok dalam berbicara. Meski terkesan kasar bahkan angkuh, Ahok sudah secara nyata ‘merevolusi’ mental birokrat Jakarta dengan kebijakannya sebagai seorang gubernur. Kepemimpinan Ahok dipandang berkomitmen teguh untuk rakyat, memegang prinsip, sosok pembuktian terbalik dan bebas dari kepentingan pribadi atau golongan. Pelajaran berharga untuk bangsa dari gaya Ahok itu ialah “bertindak dalam dan atas nama kebenaran”.

Tanpa adanya Reformasi Birokrasi maka tidak akan ada satu pun program pemerintah yang dapat berjalan dengan kepastian.