Donasi untuk Basuki-Djarot Kini Bisa Dilakukan di Rumah Lembang & Mal

 

Gerakan penggalangan dana “Kampanye Rakyat” yang dilakukan oleh pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat semakin menarik minat masyarakat untuk ikut menyumbang. Partisipasi masyarakat telah dilakukan melalui berbagai cara, baik melalui donasi online maupun offline, mensosialisasikan penggalangan dana, maupun berpartisipasi dalam berbagai kegiatan penggalangan dana.

Untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin menyumbang, relawan Basuki-Djarot pun kini membuka posko donasi di Rumah Lembang dan beberapa mal di Jakarta. Relawan menyiapkan mesin electronic data capture dan setiap orang dibebaskan untuk menyumbang dengan nominal dari Rp 10.000 hingga Rp 75 juta. Masyarakat cukup mengisi formulir berisi biodata pribadi, nomor identitas (KTP) dan nomor NPWP sebagai persyaratan administrasi.

Sumbangan 10 ribu rupiah pun kami terima, yang penting tulus dan ikhlas

Sebelumnya, pasangan Basuki-Djarot membuka Rumah Lembang bagi warga yang ingin menemui, mengadu, atau memberikan dukungan kepada pasangan nomor urut dua ini. Semakin hari, warga Jakarta yang ingin menemui Basuki-Djarot di Rumah Lembang pun terus bertambah. Hal ini berbanding lurus dengan jumlah donasi yang terkumpul. Pada hari Senin, 28 November 2016 saja, jumlah donasi yang diterima di Rumah Lembang mencapai Rp101.780.000.

Sementara itu, mal-mal yang dapat dikunjungi oleh masyarakat yang ingin menyumbang antara lain:

  1. Mal Central Park (Lantai 2, di depan Urban Kitchen)
  2. Mal Emporium Pluit (Lantai 2, di depan Sop Ikan Batam)
  3. Mal Gandaria City (Lantai 2, di depan XXI)
  4. Mal Kuningan City (Lantai Lower Ground, di depan Lotte Mart)
  5. Mal Kota Kasablanka (Lantai Ground Floor, di depan KFC)
  6. Mal Baywalk

Pasangan Basuki-Djarot menargetkan penggalangan dana sebanyak 50 miliar rupiah untuk membiayai kampanye mereka. Penggalangan dana Kampanye Rakyat dilakukan Basuki-Djarot dengan tujuan membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melakukan partisipasi secara terbuka dan transparan.

“Saya ingin agar semua warga memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi sesuai kemampuannya masing-masing. Sumbangan 10 ribu rupiah pun kami terima, yang penting tulus dan ikhlas,” ujar Basuki. Basuki menambahkan, “Kami ingin buktikan bahwa model kampanye yang BTP (bersih, transparan, dan partisipatif) ini bisa dilakukan di Indonesia. Semua penggunaan dana tercatat dan bisa dipertanggungjawabkan.”