Cermin Kebhinekaan dari Mereka yang Dukung Ahok-Djarot

 

Dukungan terhadap pasangan Ahok-Djarot dari hari ke hari semakin nyata. Dalam berbagai kesempatan, masyarakat dari berbagai kalangan menyempatkan diri untuk menyatakan dukungan kepada pasangan Ahok-Djarot seperti dari kalangan artis, musisi dan olahragawan.
 
Dukungan juga datang dari kelompok adat/suku yang kebanyakan sudah memiliki KTP Jakarta. Kelompok adat yang datang dari suku Betawi, Batak, Timor, Bangka Belitung, dan Papua memberikan dukungan kepada Ahok-Djarot untuk memenangkan pilkada Jakarta. Uniknya, kelompok adat memiliki cara khas tersendiri untuk menunjukkan dukungan mereka.
 
Lihat saja apa yang dilakukan oleh Pengetua Adat Suku Karo di Rumah Lembang Jumat, 18 November lalu. Waktu itu, Pengetua Adat Suku Karo memberikan gelar kehormatan marga Karo-karo kepada Ahok. Selain itu, Pengetua Adat Suku Karo juga memakaikan topi bulang-bulang, selendang langge-langge, dan sarung kampo sebagai simbol yang dihormati/pakaian kebesaran di suku Karo.
 
Tidak hanya itu, para tetua Adat Suku Dayak juga menyempatkan diri untuk memberikan dukungannya. Mereka memberikan kopiah dan selendang kepada Ahok. Pemberian kopiah melambangkan simbol perlindungan saat hujan dan cuaca panas melanda. Harapan mereka kopiah itu bisa melindungi Ahok-Djarot dari panasnya isu korupsi sekaligus mengingatkan mereka untuk selalu berpikir positif.
 
Keesokan harinya, giliran perwakilan suku adat Nias juga memakaikan baju adat Nias berupa sebuah rompi dan topi khas daerah Nias. Tidak ketinggalan, perwakilan suku Timor juga datang untuk memberikan dukungan serupa kepada Ahok. Dukungan itu diberikan dalam bentuk pemberian gelar kehormatan Meo atau pejuang kepada Ahok.
 
"Keputusan Brigadir Meo pemberian gelar kehormatan Meo terhadap Bapak Ahok bahwa beliau seorang pejuang. Berjuang demi negara tercinta bahwa Bapak Ahok adalah seorang yang sedang berjuang," jelas Ketua Umum Brigadir Meo dalam kesempatan itu.
 
Selain itu, ada juga warga  yang membuat event khusus untuk menyatakan dukungan kepada pasangan Ahok-Djarot. Warga Sulawesi Utara yang tergabung dalam Kawanua Kawan Setia Ahok-Djarot menggelar acara khusus pada tanggal 15 Oktober. Tari Kabasaran yang merupakan tarian dari Sulawesi Utara ditampilkan untuk menyambut Djarot dan istrinya yang menghadiri acara tersebut.
 
Cara – cara unik yang dilakukan kelompok adat/suku untuk menyatakan dukungan kepada pasangan Ahok-Djarot mencerminkan indahnya kebhinekaan Indonesia. Mereka sudah menunjukkan dukungan terhadap Ahok dengan cara mereka sendiri.
 
Bagaimana dengan Anda? Yuk, ikutan patungan! Mungkin itu merupakan salah satu cara Anda untuk berpartisipasi secara langsung dalam mendukung Ahok-Djarot!